Bengkulu (Hukmas) 26/9- Memasuki H-2 Keberangkatan menuju Jeddah, Sebanyak 91 Jamaah Calon Haji (JCH) dari Kabupaten Lebong yang tergabung dalam kloter 7 Padang, pada siang ini dijadwalkan berangkat menuju Embarkasi Padang, Provinsi Sumatera Barat dengan menggunakan 3 unit angkutan darat berupa Bus Family Raya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong, Drs.H.Mulya Hudori, M.Pd ketika dikonfirmasi menyebutkan bahwa pelepasan 91 JCH Kabupaten Lebong dilaksanakan di Masjid Jamik Pasar Muara Aman Kabupaten Lebong dan dihadiri oleh Bupati Lebong serta Forum KOmunikasi Pejabat Daerah setempat.
Pelepasan CJH tersebut dijadwalkan akan dilepas pukul 13:00 WIB hari ini dan langsung berangkat menuju Provinsi Sumatera Barat yang melintasi jalur lintas tengah sumatera, dan diprediksi akan tiba di Embarkasi Padang tanggal 27 September 2012 sekitar pukul 10:00 WIB WIB selanjutnya akan menginap satu malam di asrama haji Padang, Sumatera Barat, kemudian pada tanggal 28 September diterbangkan menuju Jeddah.
Sepanjang perjalanan menuju Embarkasi Padang, JCH Kabupaten Lebong juga didampingi oleh tanaga medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong, Pejabat Pemerintah daerah setempat dan panitia penyelenggara pemberangkatan CJH Kabupaten Lebong.
Dalam sambutannya, Mulya berpesan kepada CJH yang mayoritas sudah usia lanjut itu untuk dapat menjaga kesehatan dan melaksanakan ibadah dengan baik sehingga dapat pulang ketanah air dengan predikat haji mabrur.
Selain Kabupaten Lebong, Jamaah haji yang tergabung dalam kloter 7 Padang terdiri dari JCH Kabupaten Seluma sebanyak 167 Orang dan JCH kabupaten Kaur sebanyak 106 Orang, namun JCH dari 2 Kabupaten tersebut dijadwalkan berangkat pada tanggal 27 September dengan menggunakan armada angkutan udara yaitu pesawat Sriwijaya Air.(JJ)
Tinjau Asrama Haji Bengkulu
Direktur Pelayanan Haji Kementerian Agama RI, Hj.Sri Ilham Lubis meninjau langsung sarana dan prasarana Asrama Haji Bengkulu yang direncanakan akan dijadikan Embarkasi Antara Tahun 2013
Peringatan Isra Mi'raj
Suasana Perayaan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1434H/2013 M di Masjid Raya Baitul Izzah Kota Bengkulu yang digelar pemda Provinsi Bengkulu bersama Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu.
Kegiatan Orientasi
Sebanyak 100 pegawai Kementerian Agama dari sepuluh Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu mengikuti kegiatan Orientasi Bantuan Hukum dan Kepengacaraan yang dilaksanakan di Hotel Nala Sea Side.
Tampilkan postingan dengan label INFO HAJI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO HAJI. Tampilkan semua postingan
Rabu, 26 September 2012
Mulya: Tas Koper JCH Lebong dikirim Hari Ini
Bengkulu (Hukmas) 25/9 – Sebanyak 91 Tas Koper Jamaah Calon Haji (JCH) dari Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu akan dikirim hari ini (25/9) ke Embarkasi padang dengan mengunakan jasa ekspedisi PT.Pos Indonesia, kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong, Drs.H.Mulya Hudori, M.Pd ketika dikonfirmasi, Selasa.
Jasa Ekspendisi PT.Pos Indonesia pada tahun 2012 dipilih kembali oleh Kepala Kemenag Kabupaten Lebong karena sejak tahun 2008 PT.Pos selalu menjadi mitra kementerian agama Kabupaten Lebong dalam penyelenggaraan ibadah haji baik proses keberangkatan maupun pemulangan khususnya pengiriman koper jamaah dan tidak ada masalah yang berarti.
Selain itu, Ka.Kemenag juga menugaskan satu orang pegawai Kemenag Lebong untuk mendampingi barang-barang tersebut karena dikhawatirkan koper-koper itu tertukar atau hilang di embarkasi padang.
Sebelum dikirim ke Embarkasi Padang, tas koper tersebut terlebih dahulu dilakukan penimbangan sehingga dapat dipastikan berat koper-koper JCH Lebong tidak ada yang melebihi batas maksimal yaitu 32 Kg.
Sementara itu, terkait keberangkatan JCH Lebong, Mulya menerangkan bahwa JCH Lebong yang tergabung dalam kloter 7 Embarkasi Padang akan diberangkatkan dari Kabupaten Lebong ke Embarkasi Padang pada hari Rabu (26/9) dan pada tanggal 28 September dijadwalkan diberangkatkan menuju Jeddah.(JJ)
Ka.Kanwil Kemenag Bengkulu Pimpin Rapat Persiapan Keberangkatan JCH
Bengkulu (Hukmas) 25/9- Memasuki H-3 Keberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) Provinsi Bengkulu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, H.Suardi Abbas, SH,MH pimpin rapat persiapan keberangkatan JCH dengan panitia penyelenggara keberangkatan jamaah haji Provinsi Bengkulu diruang aula, Selasa.
Rapat yang didampingi Kepala Bidang Haji dan Umroh, Drs.H.Zahdi Taher, M.HI dihadiri 20 orang penitia yang nantinya akan memberikan pelayanan kepada Jamaah Calon Haji dari Kabupaten Kota khususnya yang menggunakan jalur transportasi udara atau yang memanfaatkan asrama haji sebelum diberangkatkan ke embarkasi padang.
Dalam arahannya, Ka.Kanwil meminta kepada panitia yang sudah dibentuk untuk memberikan pelayanan terbaik kepada JCH, jangan sampai JCH yang mayoritas sudah usia lanjut itu terlantar dan tidak mendapat pelayanan. “Jamaah kita mayoritas sudah usia lanjut dan membutuhkan pelayanan, jadi saya ingatkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Haji dan Umroh, Zahdi Taher meminta panitia untuk memberikan pelayanan di asrama haji Bengkulu dan melakukan persiapan-persiapan seperti kelengkapan sound sistem, penerangan dan penyediaan fasilitas lainnya.
Pada Musim haji tahun 1433 H, sebanyak 5 Kabupaten/Kota yang terdiri dari Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara, kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan dan kabupaen Kaur akan menggunakan jalur transportasi udara dengan maskapai penerbangan Sriwijaya Air menuju Embarkasi padang.
Sementara 4 Kabupaten lainnya, yaitu Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong masih tetap memanfaatkan jalur transportasi darat berupa bus.(JJ)
JCH Bengkulu Diminta Menjaga Kesehatan
Bengkulu (Hukmas) 25/9- Kepala Bidang Haji dan Umroh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Drs.H.Zahdi Taher, M.HI menghimbau kepada Jamaah Calon Haji khususnya Provinsi Bengkulu untuk senantiasa menjaga kesehatan sejak ditanah air maupun ditanah suci, karena saat ini cuaca di Arab Saudi cenderung panas.
“Saat ini cuaca di Arab Saudi cukup panas, untuk itu saya meminta kepada CJH Bengkulu untuk tidak terlalu sering keluar pemondokan kecuali untuk melaksanakan ibadah dan keperluan yang sangat penting,” Ujarnya saat ditemui diruang kerjanya, Senin (24/9)
Selain itu, ia juga menyarankan kepada JCH untuk banyak minum air putih dan makan buah-buahan untuk menjaga stamina tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit dan dapat melaksanakan ibadah dengan baik.
Diterangkannya, pada bulan Juni hingga September biasanya udara di Arab Saudi panas sekali dan siang hari waktunya lebih panjang, memasuki bulan Oktober Udara panas mulai berkurang dan pada bulan November udara Mulai dingin dan siang hari waktunya semakin singkat.
Terkait kondisi pergantian musim tersebut, Ia berkali-kali menyarankan jamaah haji untuk senantiasa menjaga kesehatan badan mulai dari tanah air sampai pada pemulangan nanti. “Dengan Kondisi pergantian cuaca seperti itu, kalau jamaah haji tidak menjaga kesehatan dikhawatirkan Jamaah akan terserang penyakit,” tegasnya.(JJ)
1.632 Paspor JCH Bengkulu siap dikirim ke Embarkasi Padang
Bengkulu, (Hukmas) 24/9 – Sebanyak 1.632 Paspor Jamaah Calon Haji (JCH) Dari Sembilan Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu akan segera dikirim Ke Embarkasi Padang, Provinsi Sumatera Barat dan dijadwalkan pada tanggal 26 September 2012 seluruh Paspor sudah berada di Embarkasi Padang, Sumatera Barat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, H.Suardi Abbas, SH,MH yang didampingi Kepala Bidang Haji dan Umroh, Drs.H.Zahdi Taher, M.HI menyebutkan pada hari ini (24/9) seluruh paspor JCH dari sembilan kabupaten/kota itu sudah divalidasi dan siap dikemas untuk selanjutnya paspor tersebut akan dikirim ke Embarkasi Padang pada tanggal 25 September 2012.
“Alhamdulilah untuk proses validasi paspor dan persiapan dokumen perjalanan Ibadah Haji (DAPIH) JCH Bengkulu sudah selesai dan insyallah besok akan dikirim ke Embarkasi Padang,” ujarnya.
Dijelaskannya, 1.632 Paspor tersebut terdiri dari 1.614 Paspor Jamaah Haji kuota reguler yang dibagi pada sembilan kabupaten/kota dan 18 Paspor JCH tambahan usia lanjut, dan paspor-paspor tersebut nantinya akan diserahkankan kepada JCH di Embarkasi Padang atau sehari sebelum diberangkatkan menuju Jeddah.
Selain Paspor, rencananya di embarkasi Padang CJH juga akan diberi gelang sebagai tanda pengenal, Rendang (masakan khas sumatera barat-red) dan terlebih dahulu dilakukan cek kesehatan.
Pada tahun 2012, Provinsi Bengkulu mendapatkan kuota haji reguler sebanyak 1.614 JCH yang terdiri dari Kota Bengkulu 305 JCH, Kabupaten Bengkulu Utara 288 JCH, Kabupaten Bengkulu Selatan 127 Orang, Kabupaten Rejang Lebong 230 JCH, kabupaten Mukomuko 175 Orang, Kabupaten Seluma 169 Orang, Kabupaten Kaur 106 JCH, Kabupaten Kepahiang 108 JCH Kabupaten Lebong 91 JCH serta ditambah 18 kuota haji tambahan khusus usia lanjut.(JJ)
Selasa, 15 Mei 2012
Kemenag Lebong Gelar Tes Calon Petugas Haji
Humas (15/5) - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebong mengelar tes tertulis untuk menyeleksi calon petugas ibadah haji tahun 1433 H/2012 M.
Pelaksanaan tes calon petugas haji yang dilaksanakna di mushola Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong dan diikuti oleh empat orang peserta itu dilaksanakan pukul 13:00 WIB sampai 14:30 WIB berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan.
Panitia penyelenggara, tes tertulis calon Petugas haji, Jaja, Menyebutkan bahwa tes tertulis calon petugas haji tersebut diikuti oleh pegawai Kementerian Agama yang dilaksankan serentak di sepuluh kabupaten Kota di Provinsi Bengkulu.
Ia menjelaskan bahwa soal yang diujikan sebanyak 10 soal yaitu terkait dengan kebijakan teknis penyelenggaraan ibadah haji, hukum ibadah haji sampai pada pengetahuan umum lainnya.
Seleksi yang dilaksankana itu, nantinya untuk mencari petugas yang akan mengiringi jamaah haji Provinsi Bengkulu yang tediri dari Tim Pemandu Ibadah Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), petugas pelayanan umum dan petugas Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT).
Bagi peserta tes yang dinyatakan lulus di tingkat Kabupaten/ kota nantinya akan di kirim ke tingkat provinsi untuk melaksanakna tes tahap II yang terdiri dari tes tertulis dan tes wawancara.
Sementara itu, salah satu peserta tes, Drs. Aminudin, menyebutkan bahwa soal yang diujikan sangat diluar digaan, karena soalnya cenderung mengarah pada pengetahuan umum bukan pada pengetahuan ibadah yang sering dilaksankan pada manasik haji.
"Soal yang diujikan sungguh diluar dugaan, tapi alhamdulilah semua soal yang diujikan dapat saya jawab dengan baik," katanya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong, Drs.H.Mulya Hudori,M.Pd ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa lembar jawaban tes calon petugas haji itu nantinya akan dikoreksi oleh panitia penyelenggara tes calon petugas haji, untuk selanjutnya 2 peserta dengan nilai tertinggi akan dikirim ke tingkat Provinsi untuk mengikuti tes tahap II.
"Semua soal akan kita koreksi dulu, dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, 2 orang peserta dengan nilai tertinggi akan mengikuti tes ditingkat Provinsi Bengkulu," terangnya.
Senin, 23 April 2012
Jamaah Haji Lebong Mendapat Penghargaan Sebagai Kloter Terbaik 1432 H
Siskohat (24/4) - Jamaah Haji Kabupaten Lebong tahun 1432 H / 2011 M yang tergabung dalam Kelompok Terbang (kloter) 3 Padang mendapat penghargaan sebagai Kloter Terbaik pada musim haji 2011 lalu.
Penghargaan tersebut diberikan Oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumatera Barat (Sumbar) yang diwakili oleh Kasubdin Perhubungan Udara, Drs.Herry Zulman,MSTt kepada Bupati Lebong, H.Rosjonsyah,S.IP sebelum memberikan sosialisasi keselamatan penerbangan haji tahun 2012, Senin (23/4).
Menurut Herry, Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan pada beberapa kriteria terkait dengan Koper Jamaah, barang sitaan dari tas tentengan dan peran aktif dari panitia derah untuk memberikan sosialiasi keselamatan penerbangan.
Berdasarkan hasil penimbangan barang bawaan jamaah Haji, berat Koper Jamaah Haji Kabupaten Lebong tidak ada yang melebihi ketentuan yang telah ditetapkan yaitu tidak melebihi 32 Kg per orang.
Sementara dari sisi barang sitaan dari tas tentengan Jamaah haji, juga tidak ditemukan adanya barang-barang yang membahayakan atau menggangu proses penerbangan.
"Bila dilihat dari kriteria itu, Jamaah Haji Lebong yang tergabung dalam kloter 3 patut mendapatkan penghargaan sebagai kloter terbaik karena semua prosedur dan ketentuan dipatuhi oleh semua jamaah haji kloter 3" katanya.
Ia juga berharap dengan adanya penghargaan itu, nantinya dapat memberikan pemahaman kepada jamaah tahun 2012 untuk dapat mematuhi peraturan yang telah disampaikan saat mengikuti sosialisasi keselamatan penerbangan sebelum proses keberangkatan jamaah haji.
Sementara itu, kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong, Drs.H.Mulya Hudori,M.Pd, ketika dikonfirmasi mengaku bahwa penghargaan yang diperolah ini merupakan sebuah kebanggan bersama dan ini menunjukan adanya peningkatan kesadaran masyakat akan pentingnya mematuhi peraturan yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama.
"Saya kira ini patut menjadi kebanggan, karena tidak mudah untuk memberikan pemahan kepada masyarakat dengan berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang berbeda, namun kenyataanya jamaah lebong dapat mematuhi peraturan yang ditetapkan pemerintah". katanya.
Dishubkominfo Sumbar Gelar Sosialisasi Keselamatan Penerbangan CJH
Siskohat(23/4) - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) gelar Sosialisasi Keselamatan Penerbangan (Kespen) pada 91 Calon Jamaah Haji (CJH) di Kabupaten Lebong (23/4) Senin.
Sosialisasi rutin yang dilaksanakan Dishubkominfo menjelang keberangkatan Calon Jamaah Haji itu dibuka secara resmi oleh Bupati Lebong, H.Rosjonsyah,S.Ip dan dihadiri oleh instansi terkait seperti dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong dan Kabag Kesra Pemerintah Daerah Lebong.
Dalam sambutannya, Rosjonsyah mengingatkan kepada CJH untuk rajin mengikuti Kegiatan-kegiatan manasik, bimbingan maupun sosialisai karena akan sangat bermanfaat saat melaksanakan ibadah haji.
"Kalau mau ibadah hajinya mabrur, banyak-banyak ikut manasik dan bimbingan ibadah, mudah-mudahan dapat menambah ilmu dan wawasan bapak ibu sebagai calon tamu alloh," katanya.
Sementara itu, ketua tim sosialisasi Keselamatan Penerbangan Haji Drs.Herry Zulman, MSTr, menyebutkan bahwa pelaksanaan sosialisai ini sangat penting karena 90 persen lebih calon Jamaah Haji khususnya yang melalui embarkasi Padang belum pernah naik pesawat terbang.
Isi dari sosialisasi, terkait dengan barang bawaan calon Jamaah Haji, tata cara menggunakan fasilitas dalam pesawat dan masih banyak lagi yang lainnya.
"Dengan dilaksanakan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada Calon Jamaah Haji Lebong sehingga saat berangkat haji nanti dapat memanfaatkan fasilitas yang ada dengan benar dan perjalanan selamat sampai tujuan". ujarnya.(jj)
Sabtu, 07 Mei 2011
MULYA: KUOTA HAJI LEBONG HANYA UNTUK WARGA LEBONG

HumasLebong (6/5) - Kuota Haji Kabupaten Lebong hanya diperuntukan bagi warga Lebong yang secara jelas berdomisili di Kabupaten Lebong, kata kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong saat memberikan arahan kepada Kepala KUA di Kabupaten Lebong, Kamis.
Hal tersebut disampaikannya, menanggapi isu yang berkembang bahwa kuota haji Lebong disusupi oleh pendaftar dari luar Lebong atau eksodus.
Dalam arahanya, secara tegas Mulya membahtah adanya jamaah eksodus karena setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh berkas Calon Jamaah Haji, data kependudukan seperti KTP maupun KK sesuai dengan hasil pengecekan yang dilakukan oleh tim yang dibentuk Kantor Urusan Agama Kecamatan.
Namun demikian, denga isu-isu yang bekembang, ia meminta kepada petugas haji untuk lebih berhati-hati dan selektif terhadap calon pendaftar haji walaupun persyaratanya sudah dilengkapi.
"Sebelum diberikan syarat-syarat haji saya minta kepada petugas untuk mempertanyakan tempat domisili secara rinci jangan sampai kecolongan dan bila bukan warga Lebong jangan diberikan syarat mendaftar," tegasnya.
Sementara kepada kepala KUA untuk dapat memantau pendaftar Haji ditingkat Kecamatan sehingga keberadaan dan keakuratan KTP dapat dipertanggungjawabkan.
"Walaupun persyaratan secara administatif lengkap, saya mohon kepada kepala KUA untuk mengecek kembali ke lapangan jangan sampai muncul laporan dari masyarakat adanya jamaah dari luar Lebong," harapnya.
Sementera itu, salah satu petugas Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT), Jaja,S.Kom. mengaku sering mengalami kesulitan membedakaan mana warga Lebong dan bukan warga Lebong karena secara Administrasi semua persyaratan Lengkap.
"Selain lebih selektif, Saya kira solusinya perlu ada kerja sama antara kementerian agama dengan intansi terkait yang menerbitkan bukti kependudukan," katanya.
Rabu, 13 April 2011
CONTOH BUSANA BATIK JAMAAH HAJI INDONESIA TAHUN 2011
HumasLebong (13/4) - Berikut contoh Busana batik jamaah Haji Indonesia sesuai dengan keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama RI yang direncanakan dikenakan pada musim haji tahun 2011.

----------------------------------------------------------------------------

----------------------------------------------------------------------------

----------------------------------------------------------------------------

----------------------------------------------------------------------------

----------------------------------------------------------------------------

----------------------------------------------------------------------------
Jumat, 14 Januari 2011
DAFTAR TUNGGU CALON JAMAAH HAJI LEBONG CAPAI 298 JAMAAH

Lebong (14/1) - Daftar Tunggu Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Lebong yang tercatat dalam sistem pendaftaran manual maupun dalam pendaftaran Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Kementerian Agama Kabupaten Lebong yang mulai dioperasikan pada pertengahan tahun 2010 mencapai 298 jamaah.
Hal tersebut diungkapkan Kasi Haji dan Umroh Kementerian Agama Kabupaten Lebong, Drs Aminudin sesaat setelah pelaksanaan Sosialisasi SISKOHAT yang dilaksanakan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Lebong Utara.
"Animo masyarakat Lebong untuk pergi haji terus meningkat hal tersebut bisa dilihat dari semakin panjangnya daftar tunggu jamaah Haji yang tercatat di Kementerian Agama Kabupaten Lebong," ungkapnya.
Peningkatan tersebut, dikatakanya merupakan cermin kesadaran masyarakat Lebong akan Rukun Islam ke lima yaitu pergi haji bagi orang yang mampu.
Selain itu animo masyarakat itu juga disebabkan oleh peningkatan pendapatan masyarakat Lebong yang pada umumnya memiliki penghasilan yang bersumber dari bercocok tanam padi.
Berdasarkan perkiraan, 40 persen pendaftar haji kabupaten lebong sebagai petani, selanjutnya 30 persen PNS dan sisanya Swasta serta Pedangang.
Lebih lanjut, Drs Aminudin menjelaskan, dengan jumlah daftar tunggu tersebut, berarti sudah memasuki daftar tunggu tahun 2014 dengan catatan apabila kuota haji kabupaten Lebong hanya berkisar 90 atau 95 jamaah per tahun.
Kementerian Agama Kabupaten Lebong, sejak pertengahan tahun 2010 atau tepatnya awal bulan Agustus 2010 menerapkan sistem pendaftaran ol-line atau sering disebut SISKOHAT sebagai upaya peningkatan pelayanan sistem pendaftaran haji.
SISKOHAT Merupakan sistem pendaftaran haji yang digulirkan pemerintah untuk mempermudah, mempercepat dan memperluas akses informasi haji baik ditanah air maupun ditanah suci yang terhubung di 27 provinsi dan 8 embarkasi.(Humas)
Langganan:
Komentar (Atom)













