Tinjau Asrama Haji Bengkulu

Direktur Pelayanan Haji Kementerian Agama RI, Hj.Sri Ilham Lubis meninjau langsung sarana dan prasarana Asrama Haji Bengkulu yang direncanakan akan dijadikan Embarkasi Antara Tahun 2013

Peringatan Isra Mi'raj

Suasana Perayaan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1434H/2013 M di Masjid Raya Baitul Izzah Kota Bengkulu yang digelar pemda Provinsi Bengkulu bersama Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu.

Kegiatan Orientasi

Sebanyak 100 pegawai Kementerian Agama dari sepuluh Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu mengikuti kegiatan Orientasi Bantuan Hukum dan Kepengacaraan yang dilaksanakan di Hotel Nala Sea Side.

---- SELAMAT DATANG DI SITUS KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LEBONG ---
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juli 2013

Pisah Sambut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lebong

Bengkulu (Informasi dan Humas) 10/7- Bertempat di halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebong, Senin, (8/7) diselenggarakan Pisah sambut antara pejabat lama, Drs. H. Mulya Hudori, M.Pd, yang dimutasikan menjadi Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu dengan Pejabat baru, Drs.H.Tasri, MA,yang sebelumnya menjabat Kapala bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu.

Acara pisah sambut tersebut dilaksanakan setelah pada tanggal 20 Juni 2013 lalu dilaksanakan pelantikan pejabat eselon III di Aula Kantor Kementerian Agama Provinsi Bengkulu oleh Ka.Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Drs.H.Suardi Abbas,SH,MH.

Turut hadir dalam kesempatan itu Bapati Kabupaten Lebong, H.Rosjonsyah,S.IP, M.Si. selain itu turut hadir Asisten III, Kepala Inspektorat Daerah, Forum komunikasi pejabat daerah Kabupaten Lebong, Kepala Madrasah negeri dan swasta, kepala KUA, tokoh masyarakat, perwakilan Penyuluh Agama Honorer (PAH) ketua Ormas Islam serta undangan lainnya.

Sebelum acara penyerahan dokumen, acara diawali dengan acara seremonial dan dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan siang bersama. Pada kesempatan tersebut juga sekaligus dilaksanakan serah terima Ketua Darma Wanita yang lama Dra.Karyati Mulya Hudori kepada yang baru Leni Harlina Tasri.

Dalam sambutannya Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Bengkulu yang diwakili Oleh Kabid Pendis mengucapkan terimakasih kepada Bupati atas bantuan dan dukungannya atas program-program dibidang keagamaan.

Dalam kesempatan itu pula Kabid Pendis juga meminta kepada Bupati supaya mengikutsertakan guru-guru Madrasah dalam pembinaan yang diselenggarakan Pemda dalam rangka meningkatkan kualitas SDM Kemenag Kab.Lebong.

Sementara itu Bupati Lebong dalam sambutannya menyambut baik apa yang disampaikan Ka.Kanwil melalui ibu Kabid selama hal tersebut tidak menyalahi aturan, kemudian disamping itu walaupun jadwal bupati sangat padat tetapi tetap menyempatkan hadir pada acara pisah sambut ini karena mengingat sejarah proses untuk menjadi bupati tidak lepas dari dukungan dari kementerian Agama yang tidak mungkin untuk dilupakannya.

Acara ditutup dengan bernyanyi bersama dan jabat tangan antara pejabat lama dan baru serta para undangan.

Penulis : Olik Nurholik,S.Ag Editor : H.Nopian Gustari









Lebong Terbaik 1 Kontribusi Pemberitaan Website Kemenag Bengkulu

Bengkulu (Informasi dan Humsa) 5/7- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebong terpilih menjadi terbaik satu sebagai Kantor Kementerian Agama yang berkontribusi terbanyak dalam pemberitaan di Website Kementerian Agama Provinsi Bengkulu http://bengkulu.kemenag.go.id pada semesteri 1 tahun 2013.

Ditetapkanya Lebong sebagai kantor kementerian agama terbaik dalam hal kuantitas pengiriman berita setelah tim redaksi subbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Bengkulu melakukan rekapitulasi jumlah berita masuk masing-masing Kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu terhitung 1 Januari hingga 30 Mei 2013.

Berdasarkan hasil rekapitulasi tersebut, pada enam bulan terakhir Kabupaten Lebong telah mengirimkan 47 berita, kemudian terbaik kedua yaitu Kabupaten Bengkulu Selatan dengan 43 Berita, dan Terbaik tiga diraih oleh Kabupaten Kepahiang dengan 23 Berita.

Selanjutnya Kabupaten Mukomuko dengan 16 berita, Kabupaten Bengkulu Tengah 14 Berita, Kota Bengkulu 13 Berita, Kabupaten Rejang Lebong 10 Berita, Kabupaten Seluma 5 Berita, Kabupaten Kaur 5 berita sementera Kabupaten Bengkulu Utara belum berkontribusi dalam pengiriman berita.

Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, H.Nopian Gustari JH,S.Pd.I,M.Pd.I menyebutkan bahwa perangkingan jumlah berita yang dilakukan dimaksudkan untuk memacu semangat para kontributor berita daerah dalam mengirimkan berita ke Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu sehingga intensitas dan kualitas pemberitaan di Website Kementerian agama Provinsi Bengkulu dapat bersaing dengan Kementerian lainnya.

“Kita akan terus pacu semangat teman-teman kontributor daerah dan saya kira kita patut untuk memberikan sebuah penghargaan bagi kontributor daerah yang telah berkontribusi besar dalam pembangunan website Kementerian Agama Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

Terkait hal itu, Bersamaan dengan pelaksanaan Pembukaan Rapat Kerja Deerah tahun 2013 yang dilaksanakan di Hotel Santika Bengkulu (3/7), Gubernur Provinsi bengkulu dan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, H.Suardi Abbas, SH,MH menyerahkan langsung tropi dan piagam penghargaan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama terbaik satu, dua dan tiga yaitu Kabupaten Lebong, Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kepahiang.

Dalam sambutannya, saat pembukaan Rakorda yang diikuti 200 peserta itu, Ka.Kanwil sangat mengapresiasi Kepala kantor kemenag khususnya kontributor berita yang telah berkontribusi dalam pengiriman berita atau informasi diwilayah kerjanya dan menurut dia hal tersebut harus terus ditingkatkan sehingga seluruh kegiatan/aktivitas di seluruh satuan kerja dapat terekspos dan diketahui masyarakat banyak.

Selain itu, Menurut Ka.Kanwil seluruh pemberitaan yang diekspos dalam media online tersebut merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP)

“Saya ucapkan selamat dan terus tingkatkan intensitas pemberitaan daerah, sampaikan kepada publik bahwa kita telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita sebagai aparatur Kementerian Agama,” ujarnya.

Penulis : Jaja Editor : H.Nopian Gustari









Ka.Kemenag Lebong serahkan Uang Duka Alm. Nurbayani

Bengkulu (Informasi dan Humas) 18/6 – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebong melalui Kasubbag TU, Olik Nurholik, S.Ag Menyerahkan uang duka alm. Nurbayani binti Bais, Jum’at (14/6) di Kediaman Alm. Nurbayani Binti Bais di Kelurahan Turan Lalang Kecamatan Lebong Selatan.

Penyerahan uang duka itu berlangsung pukul 9.30 WIB s/d 11.00 WIB, yang juga dihadiri Kepala MAN Talang Leak, Harta. M.Pd, Kepala KUA, Mahyudin,S.IP serta dewan guru dan Tata Usaha MAN Talang Leak.

Dalam sambutannya sebelum penyerahan uang duka, Olik Nurholik, menjelaskan bahwa dalam rencana semula pihak kemenag akan memberikan penghargaan Kenaikan Pangkat Anumerta Kepada almarhumah dan salah satu syarat pemberian Penghargaan tersebut ialah Visum dari Kepolisian.

Namun setelah dilakukan musyawarah dengan pihak keluarga kalau dilakukan visum dengan membongkar kembali makam almarhum pihak keluarga keberatan, dikarenakan pada saat meninggal jenazah tidak di lakukan visum terlebih dahulu.

Lebih lanjut menurut Olik, pemberian uang duka ini merupakan hak dari setiap PNS Aktif, karena almarhum meninggal dalam keadaan melaksanakan Tugas Negara yaitu sedang Ujian Nasional Berlangsung, selanjutnya Kasubbag TU juga menyampaikan duka cita kepada keluarga yang di tinggalkan dan berharap agar kiranya uang duka yang di terima yaitu sebesar Rp. 11.214.600,- dapat dipergunakan sebaik-baiknya oleh keluarga yang ditinggalkan.

Usai penyerahan uang duka, suami almarhum yang mewakili keluarga menyamapaikan ucapan terimakasih kepada kepala kantor kementerian agama Kabupaten Lebong dan kepala MAN Talang Leak serta para dewan Guru dan staf bahwa uang yang diberikan oleh pemerintah khususnya dari kemenag lebong akan di gunakan sebaiknya, dan smoga almarhumah selalu mendapat tempat disisi Allah SWT.

Hal yang sama juga disampaikan kepala MAN Talang Leak, Harta, M.Pd yang menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya Kepada semua pihak karena proses pencairan dana duka dapat berjalan dengan lancar dan dapat segara langsung diberikan kepada pihak ahli waris yaitu Rizal Effendi yang merupakan suami dari Almarhumah.

Berita acara pemberian uang duka tersebuit ditanda tangani oleh, Rizal effendi Selaku ahli Waris, Harta, M.Pd Selaku KPA, Emi Susmita, S.Pd selaku Bendahara, Olik Nurolik, S.Ag Selaku Wakil dari Ka. Kemanag Lebong, dan saksi-saksi Mat Syairun, Kaur TU MAN Tl. Leak dan Mahyudin KUA Lebong Selatan.

Penulis : Adi Suardi/JJ Editor : H.Nopian Gustari









Sabtu, 22 Juni 2013

Kemenag Lebong Sosialisasikan PMA No.28 Tahun 2013

Bengkulu (Informasi dan Humas) 3/5 – Dalam rangka meningkatkan profesionalitas, kinerja, efektivitas dan efesiensi Pelaksanaan tugas Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Kementerian Agama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong, Drs.H.Mulya Hudori,M.Pd menggelar sosialisasi Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 28 tahun 2013 tentang Disiplin Kehadiran PNS di Lingkungan Kementerian Agama.

Kegiatan sosialiasi yang digelar di Aula Kantor Kemenag Lebong itu dimulai pukul 09:00 WIB yang diikuti oleh seluruh Pegawai Kementerian Agama Kabupaten Lebong, mulai dari kepala Sekolah, Guru, Kepala KUA Kecamatan dan Pegawai Kantor Kemenag Kabupaten Lebong.

Mulya Hodori, dalam arahannya mengungkapkan bahwa, PMA Nomor 28 tahun 2013 merupakan penegasan dari PP nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil dan tentunya hal itu harus disosialisasikan kepada PNS khususnya PNS Kementerian Agama.

“Ini sangat penting untuk disosialisasikan karena menyangkut hak dan kewajiban PNS sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menerangkan bahwa, sesuai dengan PMA itu khususnya pada pasal 3, PNS Kementerian Agama wajib memenuhi jam kerja selama 7,5 jam per hari mulai hari senin hingga jumat dengan ketentuan hari senin sampai hari kamis hadir pukul 07:30 sampai pukul 16:00 WIB dengan waktu istirahat pukl 12:00 sampai pukul 13:00. khusus hari Jumat hadir pukul 07:30 sampai pukul 16:30 dengan waktu istirahat pukl 11:30 sampai dengan pukul 13:00.

Hal penting lainya yang disosialisasikan adalah PNS Kementerian Agama wajib untuk mengisi daftar hadir pada setiap hari kerja dengan menggunakan sistem daftar hadir elektronik dan hanya bisa melakukan absen manual jika mesin sidik jari rusak atau dalam ada ganguan teknis lainnya.

Untuk itu ia berharap kepada jajaranya untuk dapat memahami dan mamatuhi PMA Nomor 28 tahun 2013 karena sejak awal tahun 2012 lalu seluruh PNS Kementerian Agama mulai dari Kantor Urusan Agama hingga Kantor Kemenag sudah menggunakan absensi elektronik sehingga tidak ada alasan untuk mangkir atau tidak memanfaatkan absen elektronik.

Penulis : Jaja Editor : H.Nopian Gustari










Kamis, 13 September 2012

Kantor Kemenag Lebong Tidak Temukan Al-Quran Bermasalah

Bengkulu (Hukmas) 10/9 – Berdasarkan hasil penelitian dan telaah yang dilakukan tim dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebong tidak menemukan Al-Quran bermasalah seperti yang diberitakan dimedia masa baik cetak maupun elektronik beberapa pekan terakhir. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lebong, Drs.H. Mulya Hudori, M.Pd yang didampingi Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Drs. Kusairi B ketika dikonfirmasi, Senin, menyebutkan pihaknya telah melakukan penelitian dan telaah terhadap seluruh Al-Quran diterima dari Kantor Wilayah Kementerina Agama Provisi Bengkulu dan hasilnya tidak ditemukan satupun Al-Quran bermasalah di Kabupaten Lebong. “Alhamdulillah sementara ini berdasarkan laporan tim yang telah dibentuk tidak ditemukan Al-Quran bermasalah di Kabupaten Lebong,” katanya. Ia juga menjelaskan, bahwa Kementerian Agama Kabupaten Lebong pada tahun 2012 menerima Al-Quran dari Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu sebanyak 392 Buah dan sebagian sudah didistribusikan ke Masjid, Mushola, MDA dan Kantor Urusan Agama (KUA) sementera sebagian sisanya masih berada di Kantor Kemenag Lebong dan bila ada Masyarakat yang membutuhkan Al-Quran diminta untuk membuat permohonan ke Kepala Kemenag Kabupaten Lebong. “Memang saat ini, belum semua Al-Quran didistribusikan, namun apabila ada masyarakat yang membutuhkan silahkan mengajukan permohonan,” tegasnya. Selain membentuk tim, pihaknya juga telah meyebarkan surat edaran kepada Kepala KUA dan masyarakat untuk melapor jika ditemukan al-Quran bermasalah diderah tempat tinggalnya masing-masing. Seperti yang diberitakan dimedia masa, Direktur Lembaga Percekatan Al Quran (LPQ) Sarmidin Nasir Menemukan kesalahan cetak pada alquran yang saat ini telah beredar dimasyarakat. Kesalahan itu terdapat pada halaman 88, seharusnya halaman tersebut berlanjut kehalaman 89 tetapi justru balik ke halaman 57, Berikutnya halaman kurang atau isi kurang mulai halaman 89 sampai 120. Kesalahan lainya adalah perubahan tanda baca (harokat) kasroh menjadi tanwim pada halaman 33, Petikan ayat tersebut seharusnya berbunyi bi afwahikum namun karena terdapat kesalahan tanda baca, bunyinya menjadi bin afwahikum. Selanjunya ditemukannya ayat gundul atau tidak memiliki tanda baca pada 367.(JJ)

Kamis, 16 Agustus 2012

Upacara Memperingati HUT RI ke-67 Berlangsung Khidmat

Bengkulu, 17/8 (Hukmas) - Upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-67 yang berlangsung di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Berlangsung khidmat. Upacara yang dihadiri oleh 177 Pegawai Kementerian Agama baik struktural maupun fungsional itu berlangsung pukul 07:45 WIB dan berakhir pukul 08:30 WIB itu diisi rangkaian upacara termasuk amanat dari inspektur Upacara. Kepala Kantor Wilayah Kementerain Agama Provinsi Bengkulu, Suardi Abbas, SH,MH selaku inspektur upacara dalam amanatnya mengingatkan kepada pegawai Kementerian Agama untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan berharap momentum Proklamasi ini dapat dijadikan ajang untuk meningkatkan semangat dan kualitas kerja. "Aparatur Kementerian Agama itu harus berkualitas dan mampu bersaing, untuk itu dengan mementum proklamasi ini mari kita bersama-sama bekerja dengan baik dan ikhlas sesuai dengan moto kementerian agama"ujarnya. Sebagai langkah serius, diungkapkanya saat ini ia telah merekrut SDM Kementerian Agama dari Kabupaten/Kota yang dianggap cakap dan mampu untuk bekerja di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu. "Untuk meningkatkan SDM di Kanwil Kemenag saya telah merekrut 4 pegawai dari kabupaten /kota dan tidak menutup kemungkinan akan kita tambah jika memang diperlukan," Ujarnya Upacara memperingati HUT RI ke-67 yang bertepatan dengan penghujung bulan ramadhan 1433 H serentak dilaksanakan oleh seluruh Kantor Kementerian Agama di sepuluh Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu.(JJ)

Rabu, 15 Agustus 2012

Ka.Kemenag Lebong Berikan Pembinaan pada 209 Penyuluh Agama Islam

Bengkulu-Lebong (Hukmas 15/8) – Sebagai upaya meningkatkan kinerja Penyuluh Agama Islam Negeri maupun honorer di Kabupaten Lebong, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebong, Drs.H.Mulya Hudori, M.Pd berikan pembinaan kepada 209 Penyuluh Agama Islam Negeri maupun honorer yang bertugas dilima kecamatan se-Kabupaten Lebong. Dalam arahanya, Mulya Hudori meminta kepada Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Lebong untuk melaksanakan tugas dengan baik dan menjadi panutan bagi masyarakat Kabupaten Lebong. “Saya menaruh harapan sangat besar kepada bapak/ibu Penyuluh Agama Honorer, karena bapak ibu merupakan ujung tombak dan penyambung lidah pembinaan keagamaan di Kementerian Agama Kabupaten Lebong,” ujarnya, saat menjadi narasumber Pembinaan Penyuluh Agama Honorer di Hotel Pangeran Kabupaten Lebong, Rabu (15/8). Selain itu, ia meminta kepada para penyuluh agama islam untuk mensosialisasikan program maghrib mengaji kepada masyarakat sehingga budaya magrib mengaji dimasjid, mushola serta dirumah-rumah dapat ditumbuhkan kembali. Tidak hanya itu, Mulya juga meminta kepada penyuluh untuk mengaktifkan majelis taklim, pengembangkan baca tulis al qur’an dan mengaktifkan sholat berjamaah dimasjid. Walaupun tugas yang diemban PAH sangat berat dan tidak seimbang dengan insentif yang diberikan namun Mulya berharap Penuluhh Agama Islam untuk bekerja dengan baik dan mudah-mudahan akan mendapat pahala dari Allah. “Saat ini gaji yang kita berikan memang tidak seberapa, namun kami yakin tugas bapak/ibu sangat mulia dan semoga mendapat pahala dari Allah,” ujarnya.(JJ)

Senin, 04 Juni 2012

Kunjungan Kanwil Kemenag Bengkulu ke Kabupaten Lebong

(Kunjungan Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, H. Suardi Abbas, SH,MH di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ ( Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, H. Suardi Abbas, SH, MH, disambut dengan adat Lebong saat melakukan kunjungan dan Pembinaa perdananya pasca dilantik menjadi Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------- (Kepala Kanwil Provinsi Bengkulu, H. Suardi Abbas, SH, MH, saat melakukan kunjungan dan pembinaan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Lebong) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------- (Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, H. Suardi Abbas, SH, MH Lakukan kunjungan dan pembinaan di beberapa madrasah di kabupaten Lebong yaitu, MAN Lebong, MAN Talang Leak, MIN Muara Aman, MTs N Muara Aman dan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Lebong Tambang) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------- (Kunjungan di Madarasah Lebong) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------- (Kunjungan di Madarasah Lebong)

Selasa, 29 Mei 2012

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Bengkulu Kunjungi Lebong

Humas (30/5) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, H. Suardi Abbas, SH.M.Hum dan sejumlah pejabat di Kementerian Agama Provinsi Bengkulu lakukan kunjungan di Kabupaten Lebong, Selasa (29/5). Kunjungan dan silaturahmi yang merupakan program seratus hari kepemimpinan H. Suardi Abbas, SH.M.Hum itu juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Utara, Drs. H.Mukhlisudin, SH,MH dan Kepala Kemenag Kabupaten Kepahiang, Drs.H.Bustasar MS,M.Pd. Dalam kunjunganya itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu dan rombongan langsung disambut oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lebong, Drs.H.Mulya Hudori, M.Pd, Kepala Seksi dan seluruh pagawai Kementerian Agama Kabupaten Lebong. Selain mengunjungi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong, ia juga menyempatkan diri mengunjungi dan bersilaturahmi dengan Bupati Lebong, H. Rosjonsyah, S.Ip serta beberapa Madrasah dan Kantor Urusan Agama Kecamatan di Kabupaten Lebong, seperti Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Lebong Tambang, MIN Muara Aman, MTs N Muara Aman, KUA Kecamatan Lebong Utara, KUA Kecamatan Lebong Tengah, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lebong dan MAN Talang Leak. Dalam Pembinaanya, Suardi Abbas meminta kepada jajaranya untuk dapat bekerja dengan baik, bekerjasama, bertanggung jawab, disiplin dan tidak segan-segan untuk melapor ke kanwil kemenag apabila dirasakan terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan semestinya. "Yang penting kebersamaan, tidak boleh saling iri, hak guru maupun hak pegawai silahkan diambil,tidak boleh dikurangi dan kalau ada yang mengurangi silahkan melapor kepada saya," ujarnya. Ia juga berharap Kepada kepala Kemenag maupun kepada Kepala KUA untuk mendukung program pemberdayaan umat dengan memberdayakan MDA, MTQ, Majelis taklim di Kabupaten Lebong. Setelah melakukan kunjungan dan pembinaan, Kepala kanwil juga meresmikan dan memberikan bantuan kepada Masjid Umul Khoir di Madrasah Aliyah Talang Leak (JJ).

Selasa, 13 Desember 2011

PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN POTENSI ZAKAT INDONESIA

Oleh : Jaja
Hakikat Pembangunan adalah membangun masyarakat atau bangsa secara menyeluruh, demi mencapai kesejahteraan rakyat seperti perubahan sistem sosial, seperti politik, ekonomi, infrastruktur, pertahanan, pendidikan dan teknologi, kelembagaan, dan budaya 1
Portes (1976) mendefenisiskan pembangunan sebagai transformasi ekonomi, sosial dan budaya. Pembangunan adalah proses perubahan yang direncanakan untuk memperbaiki berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Sementera itu, teori pembangunan mainstream ala negara maju selalu mengemukakan pembangunan adalah transfer manusia dan aktivitas ekonomi secara terus-menerus dari pedesaan ke perkotaan. Menurut Todaro (1995), kondisi ini terjadi karena dua hal, pertama, ekspansi industri perkotaan menimbulkan penciptaan lapangan pekerjaan baru.2
Kedua, kemajuan teknologi mengakibatkan industri lebih bersifat padat modal sehingga mengurangi permintaan terhadap tenaga kerja, terutama di sektor pertanian. Saran yang selalu disampaikan oleh ekonom negara maju kepada pemerintahan negara-negara berkembang adalah agar mereka berupaya untuk melakukan percepatan ekspansi industri terutama di perkotaan sehingga daerah perkotaan menjadi sentra pertumbuhan ekonomi.
Menurut Deddy T. Tikson (2005) bahwa pembangunan nasional dapat pula diartikan sebagai transformasi ekonomi, sosial dan budaya secara sengaja melalui kebijakan dan strategi menuju arah yang diinginkan. 3
Transformasi dalam struktur ekonomi, misalnya dapat dilihat melalui peningkatan atau pertumbungan produksi secara cepat disektor industri dan jasa, sehingga kontribusinya terhadap pendapatan nasional meningkat.
Sementara itu, Transformasi social yang sering kali disebut sebagai teori pembangunan alternative dapat dilihat melalui pendistribusian kemakmuran melalui pemerataan memperoleh akses terhadap sumber daya sosial-ekonomi, seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, air bersih,fasilitas rekreasi, dan partisipasi dalam proses pembuatan keputusan politik.
Sedangkan transformasi budaya sering dikaitkan, antara lain, dengan bangkitnya semangat kebangsaan dan nasionalisme, disamping adanya perubahan nilai dan norma yang dianut masyarakat, seperti perubahan dan spiritualisme ke materialisme/sekularisme. Pergeseran dari penilaian yang tinggi kepada penguasaan materi, dari kelembagaan tradisional menjadi organisasi modern dan rasional.
Dalam tulisan kali ini, penulis akan membahas pembangunan alternatif di Indonesia yang berkaitan erat dengan budaya, sosial serta pemberdayaan potensi umat di Indoensia.
Pembangunan seringkali diartikan sebagai suatu perubahan secara fisik, penambahan pendapatan dan yang selalu menjadi tolak ukur adalah tingkat pembangunan dan apakah mampu mengurangi tingka kemiskinan di Indonesia.
Saya mengangap bahwa, negara layak dikatakan berkembang jika mampu mengurangi tingkat kemiskinan rakyatnya, jadi percuma saja ketika kita melaksanakan teori pembangunan mainstream dengan percepatan pertumbunan industri dan teknologi sementera jumlah masyarakat miskin di negara ini masih tinggi.
Pembangunan mainstream yang seringkali mengacu pada pembangunan indusri ataupun teknologi seringkali mengenyampingkan hakikat pembangunan itu sendiri, pertumbunhan industri tidak selamanya mampu untuk mengurangi angka kemiskinan di Indonesia bila tidak diiringi oleh mental dan SDM masyarakat Indonesia.
Kita asumsikan Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7 persen, misalnya, baru bisa menyerap pertumbuhan angkatan kerja sebesar 2 juta orang per tahun. Tidak mudah mencapainya selama masalah fundamental perekonomian Indonesia belum terselesaikan.4
Beberapa kalangan menggaku pesimis, seperti yang diberitakan oleh Harian Suara Merdeka, (Sabtu, 15 Agustus 2009) membahas tentang pesimisme beberapa kalangan di Indonesia terhadap target pemerintah untuk membuka tiga juta lapangan kerja per tahun. Berdasarkan RAPBN 2010, target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dicanangkan pemerintah hanya 4,3 persen. Angka ini tidak mencukupi untuk mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan di Indonesia.
Angka kemiskinan di Indonesia pada tahun 2011 diprediksi masih menduduki angka 27 juta jiwa 5 artinya jika pertumbunan ekonomi Indonesia sekitar 7 persen maka pengentasan kemiskinan bias diatasi pada tahun 2024 mendatang.
Sementera itu, Badan Pusat Statistik, pada tahun 2009 menyebutkan bahwa jumlah warga miskin di Indonsia mencapai 32,53 6 juta jiwa, artinya angka kemiskinan di Indonesia sangat besar.
Untuk mencapai impian pengentasan kemiskinan, pemerintah saat ini sedang rajin untuk memberikan solusi misalnya dengan mengandalkan percepatan pembangunan infrastruktur untuk mengurangi angka pengangguran karena sektor ini merupakan sektor yang padat karya.
Pemerintah boleh saja melakukan penrencanaan pembangunan diberbagai sector , namun menurut penulis pembangunan adalah perubahan jadi ada pembangunan yang menurut penulis cukup realistis untuk mengurangi angka kemiskinan di Indonesia yaitu dengan pemanfaatkan potensi zakat.
Sebenarnya apa hubungan zakat dan ekonomi—yang sebagian banyak orang memahami ekonomi itu ajaran barat yang sekuler? Pertanyaan ini dapat dengan mudah dijawab, sebab ekonomi berhubungan dengan kelangsungan hidup manusia, termasuk kegiatan amaliyah yang perlu didukung oleh harta.
Ekonomi berhubungan dengan materi, yaitu harta yang dimiliki tiap-tiap individu.
Dalam beribadah, umat muslim membutuhkan harta untuk menjalankannya. Sebagai contoh dalam keseharian, sholat yang membutuhkan pakaian yang tertutup yang telah disyariatkan Allah, begitupun juga zakat.
Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim mayoritas memiliki potensi zakat yang besar jika dikelola dengan profesional. Bahkan potensi itu dapat mengurangi tingkat kemiskinan penduduk Indonesia serta kelaparan secara tidak langsung.
Banyak lembaga filantropi Indonesia merilis potensi zakat Indonesia, diantaranya, Pusat Bahasa dan Budaya UIN Jakarta menyimpulkan bahwa potensi Zakat Nasional mencapai angka Rp 19,3 trilliun.
Namun penelitian terbaru dari Baznas Potensi Zakat Nasional tahun 2011 adalah Rp 217 trilliun, Jumlah ini setara dengan 3,4 % dari total Pendapatan Domestik Bruto. Potensi yang cukup besar ini terdiri dari Potensi Zakat Rumah Tangga sebesar Rp 82,7 trilliun, potensi zakat Industri swasta Rp Rp 114,89 trilliun, Potensi Zakat BUMN Rp 2,4 trilliun, Potensi Zakat dan Tabungan Rp 17 trilliun 7.
Tentunya, potensi yang sangat besar ini dapat dijadikan sebagai solusi bagi pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok masyarakat kurang mampu. Selain itu, perlu dukungan regulasi sehingga potensi ini dapat diaktualisasi.
Dengan system pengelolaan zakat yang baik, misalnya dengan pemberdayaan zakat produktif dengan pembangunan infranstruktur umum, pemberian bantuan usaha kecil bagi keluaga miskin, saya yakin bisA mengurangi anka kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi.
Zakat merupakan penopang dan tambahan meringankan beban pemerintah dalam menciptakan pemerataan dan pengurangan kemiskinan.8
Zakat menjadi tambahan pendapatan bagi para fakir miskin. Mereka dapat membeli barang-barang kebutuhan pokok sehingga meningkatkan permintaan agregat terhadap barang-barang kebutuhan pokok.
Namun sangat disayangkan, badan pengelola zakat di Indonesia belum terpadu, sehingga pengelolaan dana zakat belum maksimal. Untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat, dibutuhkan koordinasi terpadu tidak hanya dari pemerintah, tetapi pihak swasta juga. Selain itu, pihak perbankan syariah dan LSM mempunyai daya pendekatan yang lebih pada masyarakat ketimbang perusahaan swasta lain.
Di sisi lain, para wajib zakat juga memiliki kesadaran yang rendah akan zakat yang harusnya mereka keluarkan jika sudah sampai nishab (syarat waktu zakat). Masih banyak masyarakat yang belum paham mengenai pelaksanaan zakat, hikmah dan tujuan zakat itu sendiri. Padahal menolak zakat berarti mengingkari agama.
Mungkin kita perlu melihat dan meninjau lebih dekat lagi—walaupun sudah dekat, bagaimana sistem zakat di negara tetangga, Malaysia dan Brunei Darussalam.
Malaysia menetapkan sistem two-in-one, di mana jika kita sudah membayar zakat, maka tidak perlu lagi membayar pajak—jika biaya pajak sama dengan zakat yang dibayarkan. Sebagai contoh, jika biaya pajak sebesar RM 2000 dan seseorang telah membayar zakat sebesar RM 1700, maka biaya pajak yang harus dibayar adalah RM 300. 9
Sistem distribusi dan pascadistribusi di Brunei bisa diacungi jempol. Pemberian dana zakat benar-benar sesuai sasaran dan pengambilan dana dilakukan di bank yang sudah ditunjuk oleh pemerintah sebagai mitra. Setiap bulannya, tiap keluarga miskin hanya diperbolehkan mengambil dana di bank hanya 1/60, 1/48, 1/36, atau 1/12 sesuai tingkat kemiskinan kepala keluarga tersebut. Dana pengeluaran perbulan hanya digunakan untuk menutupi biaya pengeluaran makanan, minuman, biaya sehari-hari, biaya sekolah, dan biaya sewa rumah. Dengan begitu pengelolaan zakat akan lebih optimal.
Memang tidak mudah untuk mengumpulkan potensi zakat yang ada bila tidak diiringi oleh pembangunan kesadaran masyarakat Indonesia secara baik, banyak masyarakat muslim yang belum sadar akan zakat dan manfaatnya.
Tidak bisa kita pungkiri, budaya masyarakat yang lebih menyukai zakat secara langsung kepada keluarga miskin juga menghambat proses pengumpulan zakat yang ada. Masyarakat cenderung tidak percaya dengan amil zakat, sehingga fungsi unit unit pengumpul zakat tidak berfungsi secara optimal
Ini merupakan tangtangan bagi kita semua, bagaimana menumbuhkan kesadaran mayarakat untuk sadar zakat dan berzakat melalui Unit Pengumpul Zakat di setiap kelurahan ataupun kecamatan.
Kebijakan ini lebih realistis untuk dilaksanakan daripada berharap pada pembangunan infrastruktur untuk membuka 2 juta lapangan kerja per tahun dengan pertumbuhan ekonomi 7 persen pertahun, karena hal itu hanya menyelesaikan masalah pengangguran sesaat saja (JJ)




Rabu, 13 April 2011

MULYA HUDORI: PEGAWAI KEMENAG HARUS AKTIF DIMASYARAKAT


HumasLebong (13/4) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong, Drs. H. Mulya Hudori, M.Pd menghimbau kepada seluruh pegawai Kementerian Agama Kabupaten Lebong untuk berperan aktif di masyarakat khususnya dalam kegiatan-kegiatan keagamaan.
Hal tersebut disampaikan saat memberikan siraman rohani sesaat setelah sholat zuhur berjamaah, Rabu, di mushola Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong.
Himbauan itu cukup beralasan karena, Pegawai Kementerian Agama selama ini dianggap oleh masyarakat sebagai pegawai yang mengerti akan urusan agama dan seyogyanya menjadi panutan bagi masyarakat.
Peran aktif dalam kegiatan keagamaan itu, dijelaskannya dengan selalu berparan dalam kegiatan keagamaan seperti majelis taklim, menghadiri kegiatan masyarakat dan kegiatan keagamaan lainya.
Pegawai Kementerian Agama, walaupun bukan dari latar pendidikan keagamaan, diharapkan mampu menjadi pelopor sekaligus teladan dalam kehidupan sehari-hari dimasyarakat, tentunya dengan terus belajar ilmu agama.
Selain itu, peran aktif pegawai kemenag dalam kegiatan keagamaan juga menjadi tolak akur dukungan Kementerian Agama terhadap visi dan misi Pemerintah Kabupaten Lebong yang salah satunya adalah meningkatkan iman dan takwa masyarakat lebong.
Mulya Hudori, mengangap Pemerintah daerah sudah cukup serius dalam hal peningkatan kegiatan-kegiatan keagamaan dimasyarakat misalnya adanya zikir setiap bulan dan membaca yasin setiap malam jumat.
Antusias masyarakat Lebong juga sangat baik, terbukti banyak masyarakat yang menghadiri kegiatan tersebut yang biasanya dilaksanakan di rumah dinas bupati.
Untuk itu, dia sangat berharap kepada seluruh pegawai dapat mendukung program tersebut dengan berparan aktif dalam masyarakat dan memberikan contoh yang baik pada masyarakat.
"Pegawai kemenag harus mampu menjadi teladan dan panutan dan itu memang sudah menjadi tugas sebagai pegawai kementerian agama," ujarnya.(jaja)

Rabu, 09 Maret 2011

TINGKATKAN SILATURAHMI, BUPATI KUNJUNGI KANTOR KEMENTERIAN AGAMA


Lebong (Humas Kemenag) 10/3 - Bupati Kabupaten Lebong, H. Rosjonsyah, S.IP pada hari Kamis, pukul 09:00 WIB secara khusus melakukan kunjungan atau silaturahmi di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong, di komplek perkantoran, Lebong Atas.
Kunjungan yang sangat mendadak itu, dikatakan bupati bukan sebuah infeksi mendadak (Sidak) melaikan hanya sebuah bentuk silaturahmi biasa.
"Saya tidak memiliki kewenangan melakukan sidak karena ini intansi vertikal, saya hanya ingin mempererat silaturahmi dengan keluarga besar Kementerian Agama khususnya Kabupaten Lebong sebagai mitra kerja mewujudkan pembangunan Kabupaten Lebong terutama dalam bidang keagamaan" ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama yang selama ini sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan dimasyarakat, seperti dalam kegiatan hari-hari besar keagamaan dan kegiatan pemerintah daerah lainya.
Ia juga mengungkapkan, bahwa Visi dan Misi kabupaten Lebong salah satunya adalah peningkatan iman dan taqwa jadi sangat salah apabila pemerintah daerah tidak bisa merangkul Kementerian Agama untuk mewujudkan visi tersebut.
Selain itu, sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah daerah juga telah merancang Peraturan Daerah terkait dengan peningkatan intensitas kegiatan keagamaan dimasyarakat yang saat ini masih dalam tahap pembahasan di DPRD.
Setelah melakukan tatap muka dan sambutan dihadapan seluruh pegawai Kementerian Agama Kabupaten Lebong, bupati juga menyempatkan melihat sarana dan prasaraa di setiap ruangan termasuk proses pembangunan mushola yang masih dalam proses pembangunan.

KEMENAG LEBONG TERIMA BANTUAN KENDARAAN DARI PEMDA


Lebong (Humas Kemenag) 10/3 - Kementerian Agama belum lama ini menerima bantuan kendaraan operasional roda empat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lebong.
Pemberian bantuan itu, dikatakan Bupati Lebong, H. Rosjonsyah, S.IP adalah sebagai bentuk dukungan Pemerintah daerah kepada Kementerian Agama dengan harapan intensitas kegiatan keagamaan di Kabupaten Lebong lebih Meningkat.
"Saya berharap peran kementerian agama sebagai intansi vertikal yang mempunyai tugas pokok dan fungsi pembinaan keagamaan dapat lebih meningkat dengan adanya kendaraan ini", katanya, saat melakukan kunjungan ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong, Kamis (10/3).
Sebagai bentuk keseriusan dalam mewujudkan visinya itu, Bupati juga mempersilahkan kepada Kementerian Agama untuk menyampaikan kebutuhan apa saja yang dibutuhkan khususnya yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan.
Selain itu, ia juga berharap kepada Kementerian Agama untuk bersama menterjemahkan visi dan misi pemerintah daerah Kabupaten Lebong yaitu peningkatan iman dan takwa dengan berfikir dan berzikir, berpikir untuk dapat mewujudkan Pembangunan Lebong kedepan dan berzikir untuk meminta ridho dan pertolongan sang pencipta.
Hal tersebut, dikatakanya dapat terwujud apabila semua unsur pemerintah mau bekerja keras serta meningkatkan intensitas keagamanan seperti menghidupkan majelis taklim di desa-desa.
Ia juga menghimbau Kepada seluruh guru agama untuk dapat membina ahlak anak-anak disekolah serta kepada Kepala Kantor Urusan Agama juga diminta untuk pro aktif memberikan pembinaan keagamaan dimasyarakat.
Sementera itu, Kepala Kantor Kementerian Agama, Drs. H.Mulya Hudori, M.Pd mengaku siap mendukung program pemerintah daerah Kabupaten Lebong khususnya dalam pembinaan keagamaan dimasyarkat.
"Kita sangat mendukung program pemerintah dan sebagai bentuk dukungan tersebut, saat ini kita sudah mengalakkan subuh dan jumat keliling," katanya.

Jumat, 14 Januari 2011

KEPALA KEMENAG LEBONG TEKANKAN KASI UNTUK DISIPLIN PELAPORAN


Lebong, (14/1) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong, Drs. H. Mulya Hudori, M. Pd menekankan kepada kepala seksi (Kasi) yang ada di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong untuk lebih disiplin dalam sistem pelaporan maupun pelaksanaan kegiatan.
"Saya tidak akan bosan-bosan untuk mengingatkan kepada para Kasi untuk dapat lebih disiplin dalam sistem pelaporan kegiatan mapun aktivitas lainya," katany saat Apel pagi, Jum'at.
Sitem administrasi dan pelaporan yang baik dan tepat waktu merupakan modal utama untuk mencapai harapan Kementerian Agama kedepan yaitu meraih predikat Wajar Tampa Pengecualian (WTP).
Ia juga menjelaskan, untuk DIPA tahun anggaran 2011 ini semua kegiatan harus dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan apabila tidak terlaksana, mau tidak mau anggaran harus dikembalikan pada kas negara.
Apabila ada DIPA Kementerian Agama Kabupaten Lebong yang dikembalikan pada kas negara berarti Kementerian Agama Kabupaten Lebong dianggap tidak mampu melaksanakan tugas.
"Kalau kita tidak disipin dan ada angaran yang dikembalikan pada negara itu akan sangat berpengaruh pada DIPA yang akan kita terima tahun berikutnya," ungkapnya.
Selain mengangkat masalah sitem pelaporan, Mulya Hudori juga menyinggung masalah disiplin pegawai terutama menyangkut kehadiran pegawai dan uang makan yang diterima.
"Saya minta kepada bagian Kepagawaian Untuk lebih jeli dalam melakukan rekapitulasi kehadiran pegawai dan benar-benar menjalankan aturan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai," tegasnya.
Selain itu, ia juga memerintahkan untuk tidak ragu-ragu menindak pegawai yang tidak disiplin dengan teguran lisan, tulisan maupun dengan tindakan adminstratif.(Humas)

Selasa, 11 Januari 2011

Pemusnahan Sisa Blanko Ijazah


Bengkulu (Humas) - Di Halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, telah dilaksanakan pemusnahan sisa blanko ijazah dan Surat Keterangan Hasil Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (SKHUAMBN) yang tersisa yang dipimpin oleh Kabid Mapenda H.M. CH. Naseh, M.Ed didampingi oleh para Kasi dan staf pada Bidang Mapenda yang dilaksanakan Jumat (07/01/2011) pukul 14.00 WIB.
Total jumlah Ijazah dan SKHUAMBN yang tersisa yang dibakar berjumlah 5.363 lembar, dengan perincian 2.468 lembar sisa ijazah yang tidak terpakai Tahun 2007/2008, 1695 lembar Daftar Blanko Ijazah yang tidak terpakai Tahun 2008 s/d 2009, 625 lembar Daftar Blanko Ijazah yang tidak terpakai Tahun 2009 s/d 2010, 106 lembar Daftar Blanko Ijazah yang rusak dan salah tulis Tahun 2009 s/d 2010, dan 469 lembar Daftar Sisa SKHUAMBN MI dan MTS yang tidak terpakai Tahun 2009 s/d 2010.(JS)

Senin, 10 Januari 2011

Diawal Tahun 2011, Kannwil Kemenag adakan pembinaan Pegawai


Bengkulu (Humas) Pada hari ke 4 di tahun 2011, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, mengawalinya dengan pembinaan pegawai dan staf. Bertempat di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi Bengkulu, Kepala Bagian Tata Usaha Drs. H. Ramedlon, M. Pd didampingi oleh Kasubbag Perencanaan, Kasubbag Keuangan dan Kasubbag Hukmas memberikan informasi-informasi baru dan hal-hal yang harus dipersiapkan dalam melaksanakan kegiatan pada tahun 2011
Dalam kesempatan itu, Kepala Bagian Tata Usaha mengharapkan ke depan supaya kita dapat semaksimal mungkin untuk memanfaatkan anggaran yang ada jangan sampai waktu yang tersedia terbuang percuma sehingga kegiatan menumpuk diakhir tahun, maka dari awal tahun ini, harus dibuat rencana/alur schedul kegiatan, dengan scedul tersebut diharapkan kegiatan antara Bidang yang satu dengan yang lainnya tidak terbentur jadwal dan waktu yang sama. kepala Bagian Tata Usaha menyarankan supaya kepada penanggung jawab kegiatan (PPK) untuk membuat SK kegiatan jangan sampai setelah akan pelaksanaan SK baru di usulkan.
Sementara dari Kasubbag Perencanaan mengharapkan supaya memberikan data-data yang disampaikan kekasubbag perencanaan adalah data yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan, sementara dipenghujung acara Kasubbag Hukmas berpesan kepada seluruh bidang dan Kasubbang yang akan melaksanakan kegiatan untuk koordinasi ke Kasubbag Hukmas dalam hal peliputan untuk didokumentasikan sehingga kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dapat di muat dalam website bengkulu.kemenag.go.id dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat yang membutukan informasi tersebut.(Ar)

Penjelasan Pelaksanaan DIPA Tahun Anggaran 2011


Humas (Bengkulu) - Mengawali pelaksanaan DIPA pada Tahun Anggaran 2011, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu H. Taufiqurrahman, SH, MAP memberikan pengarahan kepada seluruh pimpinan satker yang ada di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Provinsi Bengkulu bertempat di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Rabu (05/01/2011) pukul 10.00 WIB di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu.

Penjelasan Pelaksanaan DIPA Tahun Anggaran 2011 diikuti oleh 97 orang, terdiri dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu, dan Kepala Madrasah (MAN, MTsN, MIN) se-Provinsi Bengkulu.

“Terima kasih kepada satker-satker yang telah merampungkan dan telah menyerahkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, dan diharapkan tidak ditemukan kendala pada laporan-laporan tersebut di kemudian hari” ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu H. Taufiqurrahman, SH, MAP dalam sambutannya yang didampingi oleh Kabag TU, Kasubbag Perencanaan, Kasubbag Hukmas dan KUB, dan Kasubbag keuangan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu.

Dalam akhir sambutannya Kakanwil menegaskan “Pembuatan laporan akuntabilitas kinerja maupun revisi-revisi anggaran yang akan dilaksanakan di satker-satker Tahun Anggaran 2010 harus mengikuti koridor-koridornya, baik dari segi alur penyerahan dan dari acuan pengerjaannya yang tetap mengacu kepada peraturan dan perundang-undangan yang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan”.(JS)

Jalan Santai Berlangsung Meriah


Bengkulu (Humas) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu H. Taufiqurrahman, SH, MAP mengibarkan bendera start tanda pelepasan jalan santai dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bakti (HAB) ke-65 Kementerian Agama Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Minggu (2/1/2011) pukul 06.30 WIB di depan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu.
Jalan santai diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu H. Taufiqurrahman, SH, MAP beserta istri, Kabag TU Drs. H. Ramedlon, M.Pd beserta istri, seluruh pejabat Eselon III dan IV di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu dan Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, karyawan-karyawati Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, Kantor Urusan Agama, Kepala Madrasah, Pimpinan Pondok Pesantren, para pengawas madrasah serta seluruh siswa-siswi madrasah (MI, MTs, MA) dan santri pondok pesantren yang berada dalam wilayah Kota Bengkulu.

Setelah gerak jalan santai, dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bakti ke-65 tersebut, Panitia Penyelenggara menyediakan 150 paket hadiah hiburan dan 16 paket hadiah utama. Hadiah utama berupa kulkas, televisi, sepeda, dispenser, kompor gas, kipas angin, mixer, dan rice cooker.

Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu yang didampingi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu dan seluruh pejabat di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu serta seluruh peserta gerak jalan santai.(js)